Alva Perkuat Segmen B2B untuk Dorong Percepatan Transisi Motor Listrik di Indonesia
Mega Otomotif – Produsen motor listrik Alva semakin agresif menggarap pasar business to business (B2B) sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Langkah ini ditempuh untuk mempercepat adopsi motor listrik di Indonesia, khususnya di sektor korporasi dan armada (fleet).
Jika sebelumnya Alva dikenal kuat di segmen ritel atau B2C, kini perusahaan melihat peluang pertumbuhan signifikan dari kalangan bisnis. CEO Alva, Purbaja Pantja, menyebut pengalaman sepanjang tahun lalu menjadi titik balik penting dalam mematangkan solusi kendaraan listrik untuk kebutuhan operasional perusahaan.
Menurutnya, berbagai uji coba dan implementasi di lapangan telah memberikan validasi terhadap kesiapan produk sekaligus ekosistem yang dibangun Alva.
Tiga Pilar Solusi untuk Klien Korporasi
Purbaja menjelaskan bahwa keberhasilan penetrasi ke pasar B2B didukung oleh tiga faktor utama. Pertama, teknologi pengisian cepat Boost Charge yang dinilai relevan untuk operasional harian dengan mobilitas tinggi. Kedua, spesifikasi motor yang dirancang sesuai kebutuhan bisnis. Ketiga, ekosistem pendukung yang memungkinkan kendaraan digunakan untuk jarak tempuh tinggi setiap hari.
Ia menegaskan bahwa pendekatan Alva bukan sekadar menjual unit motor listrik. Sebaliknya, perusahaan menawarkan solusi terintegrasi yang mencakup kendaraan, teknologi pengisian daya, hingga infrastruktur charging station.
“Kami juga memiliki solusi dalam bentuk charging station,” ujar Purbaja, menekankan pentingnya dukungan infrastruktur dalam memastikan kelancaran operasional klien B2B.
Baca Juga : MG Jadi Merek China Pertama yang Tembus 1 Juta Penjualan di Eropa
Kolaborasi Strategis dengan Grab
Salah satu implementasi nyata strategi tersebut adalah kolaborasi dengan Grab di Yogyakarta pada November 2025. Dalam kerja sama ini, Alva mengerahkan hingga 250 unit motor listrik untuk mendukung operasional transportasi daring.
Kolaborasi tersebut menjadi tonggak penting bagi Alva. Selain memperluas jangkauan pasar, proyek ini juga menjadi ajang uji ketahanan dan efektivitas motor listrik dalam penggunaan berintensitas tinggi.
“Itu menjadi breakthrough bagi kami, karena solusi ini terbukti bisa digunakan oleh konsumen B2B dalam operasional harian,” kata Purbaja.
Merambah Sektor People Flow Business
Tak hanya menyasar sektor transportasi daring, Alva juga memperluas penetrasi ke perusahaan yang bergerak di bidang people flow business, seperti layanan eskalator dan elevator.
Menariknya, segmen ini justru memilih lini produk premium, yakni Cervo X, alih-alih model N3. Menurut Purbaja, perusahaan di sektor tersebut membutuhkan kendaraan dengan perawatan minimal (maintenance free) dan daya tahan tinggi, sehingga varian premium dinilai lebih sesuai.
Langkah ini menunjukkan bahwa pasar B2B memiliki kebutuhan yang beragam dan tidak selalu identik dengan model entry-level.
Ekspansi Bersama Dash Electric dan Kalista
Ekspansi Alva di pasar B2B juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Dash Electric, startup yang fokus pada pengiriman last mile berbasis motor listrik. Dalam proyek ini, Alva menggandeng Kalista sebagai penyedia layanan fleet as a service.
Melalui kerja sama tersebut, Alva menyediakan 500 unit motor listrik N3 untuk mendukung operasional Dash Electric. Model kemitraan ini dinilai memperluas cakupan penggunaan motor listrik di sektor logistik dan distribusi.
Dengan pendekatan berbasis layanan, perusahaan berharap adopsi motor listrik semakin mudah dan efisien bagi pelaku bisnis.
Dorongan ESG dan Efisiensi Biaya Operasional
Purbaja menilai momentum ini menjadi sinyal bahwa transisi motor listrik di segmen B2B semakin matang. Selain aspek keberlanjutan dan komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), faktor efisiensi biaya operasional menjadi daya tarik utama.
Menurutnya, penggunaan motor listrik terbukti mampu menghadirkan penghematan biaya dalam jangka panjang. Oleh karena itu, peralihan ke kendaraan listrik bukan hanya keputusan berbasis lingkungan, melainkan juga pertimbangan bisnis yang rasional.
“Elemen ESG jelas penting, tetapi aspek cost savings juga sudah bisa kami buktikan,” ujarnya.
Optimisme Kontribusi B2B Terus Meningkat
Meski pada 2025 penjualan Alva masih didominasi oleh segmen B2C, perusahaan optimistis kontribusi B2B akan terus bertumbuh. Klien yang digarap di segmen ini disebut berasal dari perusahaan berskala besar.
Namun demikian, Alva belum bersedia membeberkan target kontribusi B2B secara persentase. Secara organisasi, perusahaan telah memisahkan struktur tim antara segmen B2B dan B2C sebagai bentuk keseriusan dalam mengembangkan kedua pasar tersebut.
Dengan strategi terintegrasi, kolaborasi strategis, serta dukungan ekosistem yang semakin matang, Alva menegaskan komitmennya untuk menjadi pemain kunci dalam percepatan transisi motor listrik di Indonesia, khususnya di sektor korporasi dan armada bisnis.