Wuling Darion EV Lebih Diminati, Ini Alasan Versi Listrik Ungguli PHEV
Mega Otomotif – Wuling Darion hadir sebagai salah satu pemain baru yang menarik perhatian di pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia. Mobil keluarga bergaya multi purpose vehicle (MPV) ini resmi diperkenalkan dalam dua varian sekaligus, yakni full electric vehicle (EV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Kehadiran dua pilihan teknologi tersebut sejatinya memberi fleksibilitas bagi konsumen dalam menentukan kendaraan sesuai kebutuhan mobilitas mereka.
Namun, di tengah persaingan yang semakin ketat, tren penjualan menunjukkan fakta menarik. Dari kedua varian yang dipasarkan sejak November 2025, versi EV justru mendominasi penjualan secara signifikan. Wuling Motors mencatat bahwa total penjualan Darion EV dan PHEV telah melampaui angka 4.000 unit, dan sebagian besar kontribusi datang dari model listrik murni.
Penjualan Darion EV Mendominasi Hingga Lebih dari 80 Persen
Marketing Operation Director Wuling Motors, Ricky Christian, mengungkapkan bahwa mayoritas konsumen lebih memilih Darion EV dibandingkan versi PHEV. Menurutnya, proporsi penjualan Darion EV mencapai lebih dari 80 persen dari total distribusi kedua model tersebut.
Dominasi angka tersebut menunjukkan perubahan preferensi pasar yang semakin condong ke kendaraan listrik penuh. Konsumen tampaknya mulai melihat EV bukan lagi sekadar alternatif, melainkan pilihan utama untuk kendaraan keluarga modern. Selain ramah lingkungan, faktor efisiensi dan kemudahan penggunaan menjadi alasan kuat di balik tren ini.
Ricky menegaskan bahwa Wuling sebenarnya menyediakan kedua opsi sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan pasar yang beragam. Akan tetapi, respons konsumen justru menunjukkan minat yang jauh lebih tinggi terhadap kendaraan listrik murni.
Faktor Ganjil Genap Jadi Salah Satu Daya Tarik Utama EV
Salah satu alasan utama mengapa Darion EV lebih laris adalah keuntungan regulasi yang melekat pada kendaraan listrik. Di sejumlah kota besar seperti Jakarta, mobil listrik mendapatkan fasilitas bebas aturan ganjil genap. Keuntungan ini menjadi nilai tambah yang sangat diperhitungkan konsumen urban.
Ricky Christian menjelaskan bahwa banyak pelanggan memberikan masukan bahwa fleksibilitas penggunaan di jalan raya menjadi alasan penting memilih EV. Dengan bebas ganjil genap, pengguna Darion EV dapat berkendara setiap hari tanpa terhambat pembatasan nomor pelat kendaraan
Baca Juga : Honda Akui Sulit Saingi China, Strategi Baru Jadi Harapan di Tengah Tekanan Industri
Keuntungan tersebut sulit disaingi oleh model PHEV, sebab kendaraan hybrid plug-in masih masuk kategori mobil berbahan bakar campuran dan tidak menikmati insentif serupa. Inilah yang membuat Darion EV terasa lebih praktis bagi masyarakat perkotaan.
Biaya Operasional Lebih Rendah Jadi Pertimbangan Konsumen
Selain faktor regulasi, biaya operasional menjadi alasan lain yang membuat Darion EV unggul. Mobil listrik dikenal memiliki ongkos penggunaan harian yang jauh lebih hemat dibanding kendaraan hybrid maupun konvensional. Konsumen kini semakin rasional dalam menghitung pengeluaran jangka panjang.
Darion EV menawarkan efisiensi biaya energi yang signifikan karena hanya mengandalkan listrik sebagai sumber tenaga. Dibandingkan bensin atau kombinasi bensin-listrik pada PHEV, pengisian daya listrik jauh lebih ekonomis. Dalam jangka panjang, selisih biaya ini sangat terasa, terutama bagi keluarga yang menggunakan kendaraan setiap hari.
Tidak hanya itu, biaya perawatan EV juga cenderung lebih rendah karena komponen mekanisnya lebih sedikit. Hal ini membuat banyak konsumen melihat Darion EV sebagai investasi kendaraan yang lebih menguntungkan.
Data Gaikindo Perkuat Dominasi Darion EV di Pasar Nasional
Dominasi Darion EV tidak hanya terlihat dari data internal Wuling, tetapi juga tercermin dalam catatan resmi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Pada periode wholesales Januari-Februari 2026, Darion EV berhasil menempati posisi mobil listrik terlaris ketiga di Indonesia.
Dalam periode tersebut, penjualan Darion EV mencapai 1.809 unit. Angka ini jauh meninggalkan Darion PHEV yang hanya mencatat 166 unit. Perbedaan yang sangat besar ini menegaskan bahwa minat pasar terhadap EV memang jauh lebih tinggi.
Capaian tersebut juga memperlihatkan bahwa pasar Indonesia semakin matang dalam menerima kendaraan listrik. Konsumen kini tidak lagi ragu memilih EV sebagai kendaraan utama keluarga.
Harga Kompetitif Jadi Keunggulan Strategis Darion EV
Wuling juga berhasil menempatkan Darion EV dalam rentang harga yang kompetitif. Saat ini, Darion EV tersedia dalam dua varian, yakni CE dengan harga Rp399 juta dan EX seharga Rp459 juta. Harga tersebut dinilai cukup agresif untuk ukuran MPV listrik modern dengan fitur lengkap.
Sebaliknya, Darion PHEV dijual dengan harga lebih tinggi. Varian CE dibanderol Rp449 juta, sementara EX mencapai Rp499 juta. Selisih harga ini menjadi pertimbangan penting bagi konsumen yang sensitif terhadap anggaran pembelian.
Dengan harga lebih murah dan biaya operasional lebih rendah, Darion EV menjadi pilihan yang lebih rasional secara ekonomi. Kombinasi ini menjadikannya sangat kompetitif di pasar kendaraan elektrifikasi nasional.
Konsumen Indonesia Mulai Bergeser ke Kendaraan Full Electric
Fenomena larisnya Darion EV menunjukkan adanya perubahan perilaku konsumen Indonesia. Jika sebelumnya masyarakat masih cenderung memilih hybrid sebagai tahap transisi, kini tren mulai bergeser langsung ke kendaraan full electric.
Perubahan ini dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran lingkungan, dukungan kebijakan pemerintah, serta berkembangnya infrastruktur pengisian daya listrik. Konsumen semakin percaya bahwa EV adalah solusi transportasi masa depan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Darion EV hadir pada momentum yang tepat, ketika pasar sedang bergerak menuju elektrifikasi penuh. Wuling berhasil membaca arah tren tersebut dengan menawarkan produk yang relevan dan sesuai kebutuhan.
Strategi Dual Powertrain Wuling Tetap Jadi Langkah Tepat
Meski penjualan PHEV tertinggal jauh, keputusan Wuling menghadirkan dua opsi teknologi tetap dinilai strategis. Kehadiran PHEV tetap penting untuk menjangkau konsumen yang belum sepenuhnya siap beralih ke EV murni, terutama di daerah dengan infrastruktur charging station yang terbatas.
Strategi dual powertrain memberi ruang adaptasi yang lebih luas bagi pasar. Konsumen dapat memilih sesuai preferensi, kondisi geografis, dan pola penggunaan kendaraan mereka. Dalam jangka panjang, pendekatan ini memungkinkan Wuling tetap fleksibel menghadapi dinamika pasar.
Dengan kata lain, meski EV lebih unggul saat ini, PHEV tetap memiliki segmen tersendiri yang belum bisa diabaikan.
Darion EV Berpotensi Jadi Tulang Punggung Penjualan Wuling
Melihat tren penjualan yang terus meningkat, Darion EV berpotensi menjadi salah satu tulang punggung utama Wuling di pasar Indonesia. Respons pasar yang sangat positif menjadi indikator kuat bahwa model ini punya masa depan cerah.
Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Darion EV akan masuk jajaran mobil listrik terlaris nasional dalam waktu dekat. Dukungan harga kompetitif, efisiensi tinggi, dan insentif pemerintah menjadi kombinasi yang sulit disaingi.
Keberhasilan Darion EV sekaligus menegaskan bahwa era kendaraan listrik di Indonesia telah memasuki babak baru. Kini, bukan lagi soal adaptasi, melainkan soal dominasi pasar yang mulai terbentuk nyata.