Neta V-II dalam Penggunaan Nyata: Catatan Plus-Minus Setelah Satu Tahun
Mega Otomotif – Seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik, sebagian pengguna mobil konvensional mulai beralih ke opsi yang lebih ramah lingkungan. Hakim, warga Cirebon, termasuk di antaranya. Ia memutuskan memilih Neta V-II karena faktor harga yang dinilai paling bersahabat di kelas mobil listrik entry level pada akhir 2024. Keputusan itu diambil setelah menimbang kebutuhan harian dan kemampuan finansial, sehingga transisi ke mobil listrik terasa realistis dan terukur.
Satu-Satunya Mobil Keluarga Menggantikan LCGC
Kini, Neta V-II menjadi satu-satunya kendaraan roda empat di rumah Hakim. Mobil listrik ini menggantikan LCGC 1.200 cc tiga baris yang sebelumnya digunakan. Perubahan tersebut menandai pergeseran pola penggunaan, dari mobil berbahan bakar fosil ke kendaraan berbasis baterai, tanpa mengorbankan fungsi mobil keluarga yang serbaguna.
Lebih Sering Dipakai ke Luar Kota
Berbeda dari kebiasaan umum pemilik mobil listrik yang dominan berkendara di dalam kota, Hakim justru lebih sering membawa Neta V-II ke luar kota. Porsi perjalanan dalam kota disebutnya kurang dari 10 persen. Sebaliknya, rute antarkota—bahkan lintas pulau—menjadi menu rutin, dengan dominasi perjalanan tol yang memanfaatkan pengisian baterai penuh dari rumah.
Pengalaman Perjalanan Jarak Jauh
Sejak pembelian di diler Citra Raya, Hakim langsung menguji mobilnya untuk perjalanan ke Papandayan, Garut. Uji berikutnya bahkan lebih ekstrem, meliputi rute Bali–Lombok–Bali saat libur akhir tahun 2024 hingga awal 2025. Selain itu, perjalanan ke Yogyakarta dan Semarang juga kerap dilakukan dari domisili Cirebon, memperlihatkan kepercayaan diri pengguna terhadap daya jelajah Neta V-II.
Baca Juga : Vixion R Resmi Disuntik Mati: Akhir Perjalanan Varian Paling Sporty dari Keluarga Vixion
Manajemen Pengisian Daya yang Praktis
Untuk kebutuhan energi, Hakim mengandalkan pengisian 100 persen dari rumah sebelum berangkat. Jika diperlukan, pengisian tambahan dilakukan di SPKLU yang tersedia di rest area. Pola ini membuat perencanaan perjalanan lebih tenang, terutama saat menempuh jarak jauh dengan ritme berkendara stabil.
Efisiensi Energi dan Biaya Kepemilikan
Setelah setahun pemakaian, Hakim menilai konsumsi daya Neta V-II sangat irit. Ia menyebut kebutuhan energinya sekitar separuh dibanding mobil bermesin pembakaran internal. Dari sisi pajak, keuntungan juga terasa karena PKB masih Rp 0, dengan kewajiban terbatas pada SWDKLLJ sebesar Rp 143.000.
Fitur ADAS Mendukung Kenyamanan Tol
Neta V-II dibekali fitur ADAS (Advanced Driver Assistance Systems) yang dinilai membantu, terutama saat melaju di jalan tol. Fitur-fitur pendukung ini meningkatkan rasa aman dan mengurangi kelelahan, sehingga perjalanan jarak jauh terasa lebih nyaman.
E-Pedal Memudahkan Berkendara di Kemacetan
Salah satu fitur favorit adalah E-pedal. Dengan fitur ini, pengemudi cukup mengurangi tekanan pada pedal akselerasi untuk memperlambat laju mobil. Menurut Hakim, fitur tersebut sangat membantu di kemacetan karena tidak perlu sering memindahkan kaki ke pedal rem.
Kabin, Layar, dan Bagasi yang Kompetitif
Dari sisi interior, layar hiburan berukuran 14,6 inci menjadi nilai tambah. Selain itu, kapasitas bagasi dinilai lapang untuk kelas harga di bawah Rp 300 juta pada periode pembelian. Kombinasi ini membuat Neta V-II terasa fungsional untuk penggunaan harian maupun perjalanan keluarga.
Benefit Purnajual Masih Menarik
Hingga kini, Neta V-II masih mendapatkan program gratis servis sampai 50.000 kilometer. Benefit ini memberi ketenangan tambahan bagi pemilik, terutama pada fase awal kepemilikan mobil listrik yang membutuhkan kepastian layanan.
Catatan Kekurangan yang Dirasakan Pengguna
Meski demikian, Hakim mencatat beberapa kekurangan. Restrukturisasi yang terjadi pada Neta di Tiongkok berdampak pada penutupan sejumlah diler dan menurunnya minat pasar. Selain itu, belum adanya pembaruan perangkat lunak juga menjadi catatan, terutama terkait fitur AEB yang belum bisa dimatikan secara permanen.
Solusi Layanan Servis di Tengah Penyesuaian Jaringan
Di tengah berkurangnya jumlah diler, Hakim menyebut pihak prinsipal, Neta Auto Indonesia, telah bekerja sama dengan Otoklix dan bengkel rekanannya untuk memastikan layanan servis berkala tetap tersedia. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan dan kesinambungan layanan purnajual.
Kesimpulan: Layak untuk Kebutuhan Nyata dengan Catatan
Secara keseluruhan, pengalaman satu tahun menunjukkan Neta V-II menawarkan efisiensi, fitur, dan biaya kepemilikan yang menarik di kelas entry level. Namun, pengguna juga perlu mencermati aspek pembaruan perangkat lunak dan kepastian jaringan layanan. Dengan manajemen penggunaan yang tepat, Neta V-II tetap relevan sebagai mobil listrik harian—bahkan untuk perjalanan jarak jauh.