Curhatan Ahlul: Plus Minus Hyundai Ioniq 5 Setelah 80.000 km
Mega Otomotif – Ahlul Faradish Resha, pemilik Hyundai Ioniq 5 di Yogyakarta, membagikan pengalamannya memasuki angka 80.000 kilometer. Ia merasa mobil ini sangat nyaman untuk digunakan sehari-hari di perkotaan. Mau pelan atau ngebut, menanjak atau jalan biasa—semuanya terasa terkendali. Bahkan ketika berkendara sampai Dieng, Wonosobo, Lembang, hingga Parangtritis, Ahlul tidak merasa was-was sama sekali.
Fitur Canggih yang Nyata Membantu
Salah satu fitur favorit Ahlul adalah kamera 360 derajat. Ia merasa sangat terbantu saat parkir di ruang sempit karena bisa memposisikan kendaraan secara presisi. Selain itu, fitur i‑Pedal pun jadi andalan di jalan macet: mobil bisa maju saat diinjak dan berhenti begitu dilepas, jadi mengemudi terasa lebih santai.
Baca Juga : Demon Slayer: Infinity Castle Puncaki Box Office Korea untuk Minggu Kedua
Sistem keselamatan seperti Emergency Auto Brake, Lane Keeping Assist, dan Adaptive Cruise Control juga meningkatkan rasa aman. Dengan teknologi tersebut, Ahlul merasa berkendara jauh lebih rileks dan minim stres.
Hemat Energi dan Biaya Perawatan Terjangkau
Menurut Ahlul, efisiensi daya Hyundai Ioniq 5 cukup mengesankan meskipun gaya berkendaranya tidak selalu irit. Ia mencatat bahwa setiap 1 kWh mampu menempuh sekitar 7,2 km—biaya setara sekitar Rp 150 setiap km, jelas lebih murah dibanding mobil konvensional bermesin bensin.
Tax SWDKLLJ hanya Rp 143.000 per tahun—jauh lebih ringan dari rata-rata pajak kendaraan. Selama 2,5 tahun, biaya utama yang dikeluarkan sekitar Rp 9 juta untuk ban, Rp 1,4 juta untuk aki 12V, dan listrik Rp 400.000 per bulan. Jika dibandingkan dengan X-Trail T32 sebelumnya, Ahlul optimis telah menghemat sekitar Rp 150 juta secara total.
Tidak Semua Enak: Catatan Kekurangan
Meski begitu, Ioniq 5 tidak tanpa cela. Ahlul mengalami beberapa masalah ketika harus melewati jalan dengan permukaan tidak rata—bodinya sempat “gasruk” meski memiliki ground clearance cukup tinggi. Hal ini terjadi karena jarak sumbu roda panjang, sehingga mobil tersentuh bagian bawahnya di beberapa titik. Radius putar yang besar juga jadi tantangan saat harus u-turn di tengah kemacetan.
Ringkasan Singkat Perasaan Ahlul
- Kelebihan: nyamannya saat berkendara, fitur keselamatan dan kenyamanan memadai, biaya kepemilikan rendah.
- Efisiensi energi: sekitar Rp 150/km.
- Kekurangan: ground clearance kurang optimal di beberapa situasi dan radius putar lebar cukup menyulitkan.
Secara keseluruhan, Ahlul merasa Ioniq 5 sangat cocok sebagai mobil listrik sehari-hari: nyaman, efisien, dan praktis. Namun, tantangan teknis seperti ruang sumbu roda panjang dan ground clearance yang tidak ideal tetap perlu diperhatikan—terutama bagi yang sering melewati jalan bercampur tanjakan atau napel.