Review Aion Hyptec HT: SUV Listrik Nyaman dengan Beberapa Catatan Penting
Mega Otomotif -Selama tiga bulan terakhir, Antonius Gunadi menghabiskan kesehariannya bersama Aion Hyptec HT, SUV listrik premium dari GAC Aion. Keputusannya membeli mobil ini datang tanpa banyak perencanaan. Namun, setelah membandingkan pajak, aturan ganjil-genap, dan biaya perawatan, ia akhirnya menjatuhkan pilihan pada Hyptec HT yang dinilai lebih efisien untuk penggunaan harian.
Pertemuan Pertama yang Langsung Meyakinkan
Antonius awalnya tertarik setelah melihat tampilan mobil tersebut di media sosial. Rasa penasaran mendorongnya menjadwalkan sesi test drive. Menurutnya, kabin mobil terasa sangat lega, terutama untuk penumpang belakang. Posturnya yang mencapai 180 cm tetap mendapat ruang duduk nyaman tanpa kesan sempit. Selain itu, ia makin yakin karena Hyptec berada di bawah jaringan Indomobil Group yang memiliki aftersales luas di Indonesia.
Manuver Lincah Meski Dimensi Mobil Terlihat Besar
Baca Juga : Musim Penutup MotoGP Valencia: Kisah Pemenang, Yang Terpukul, dan Pertarungan Harga Diri
Hyptec HT memiliki dimensi yang cukup besar—panjang 3.935 mm, lebar 1.920 mm, dan tinggi 1.700 mm. Meski begitu, ia merasa mobil ini justru lincah dan ringan saat dipakai sehari-hari. Di jalan sempit, tikungan kecil, hingga putaran balik, Hyptec HT tetap terasa mudah dikendalikan. Menurutnya, parkir di mal kecil pun tidak menjadi tantangan karena jarak pandang yang baik dan minim blindspot.
Fitur Semi-Otonom yang Membantu Perjalanan Jarak Jauh
Antonius juga menikmati fitur semi-otonom yang bekerja baik di kemacetan maupun saat melaju di jalan tol. Mobil mampu menjaga jarak dengan kendaraan di depan, sehingga perjalanan terasa lebih rileks. Ia menilai rangkaian fitur digital Aion, termasuk kontrol AC jarak jauh dan riwayat perjalanan, memberi pengalaman premium yang sepadan dengan harga Rp 691 jutaan.
Beberapa Kekurangan yang Mulai Terasa
Meski puas, Antonius mengakui ada kekurangan yang cukup mengganggu. Ia merasa sistem pengoperasian berbasis layar kurang intuitif dan membutuhkan penyesuaian. Bahkan, untuk mematikan mobil, ia harus melalui beberapa langkah di monitor. Selain itu, AC belakang dinilai kurang cepat mendinginkan kabin saat awal perjalanan, meski nantinya kembali normal.
Masalah Koneksi Apple CarPlay yang Konsisten Bermasalah
Keluhan terbesar datang dari Apple CarPlay yang sering gagal terhubung. Baik melalui Bluetooth maupun kabel, ikon CarPlay tidak selalu muncul, sehingga ia sering perlu mencoba berulang kali. Kondisi ini menyulitkannya karena ia lebih nyaman menggunakan Google Maps dan aplikasi musik dari ponsel. Meski peta bawaan mobil detail, ia merasa pembaruan informasi tidak seakurat aplikasi navigasi pihak ketiga.
Sensor Depan dan Software yang Masih Perlu Perbaikan
Antonius juga sempat mengalami sensor depan yang berkali-kali berbunyi tanpa alasan jelas. Saat dibawa ke bengkel, tidak ada masalah teknis yang ditemukan. Setelah beberapa minggu pemakaian, gangguan itu memang sempat hilang, tetapi sesekali muncul kembali. Ia juga masih menunggu pembaruan software yang dijanjikan dealer, namun hingga kini belum tersedia.
Kesulitan Mengurus Home Charger dari PLN
Satu masalah lain yang cukup menyulitkan adalah pengajuan pemasangan home charger. Menurutnya, proses yang dijanjikan hanya tiga hari justru berlarut-larut tanpa perkembangan berarti. Selama menunggu, ia masih mengandalkan SPKLU untuk mengisi baterai, yang tentu kurang praktis untuk mobil harian.
Kesimpulan: Nyaman dan Modern, Tapi Butuh Penyempurnaan
Antonius memberi nilai 8 dari 10 untuk Hyptec HT. Ia menilai SUV listrik ini menawarkan kenyamanan, kabin lega, fitur modern, dan manuver yang surprisingly lincah. Meskipun begitu, ia berharap dukungan teknis, software, dan infrastruktur pengisian daya dapat ditingkatkan agar kualitas mobil sebanding dengan pengalaman pemiliknya. Ia menegaskan bahwa kualitas kendaraan listrik tak hanya ditentukan mobilnya, tetapi juga ekosistem yang mendukung.